Siang tenang di Rumah Kayu.
Angin berhembus sejuk memasuki ruang-ruang di Rumah Kayu yang memang terbuka lebar bagi angin sejuk yang senang bertandang ke dalam rumah damai ini. Bunga-bunga di halaman mekar terkantuk-kantuk dibelai angin lembut ini.
Suasana yang damai di Rumah Kayu. Seperti biasa.

Tidak menunjukkan tanda-tanda bakal ada badai yang sebentar lagi melanda Rumah Kayu.

Siang ini suami Rumah Kayu duduk di depan komputer. Tampaknya terjadi sesuatu pada komputernya, sehingga membuat ekspresi wajahnya terlihat kesal.

la computer! (dasar komputer!) ” seru Kuti kesal. Tangannya melambai putus asa… Mungkin biar terlihat seperti orang Perancis betulan.

Istri Rumah Kayu menatap heran suaminya. Tak biasanya Kuti sampai berseru kesal seperti ini. Buku yang sedang dibacanya diletakkan di pangkuan. Kemudian Dee bertanya “Pourquoi avec le computer? (kenapa komputernya?)”

La computer, Dee. Le pas “le computer”.Vous savez pourquoi? Parce que nul autre que le créateur comprendre la logique interne en elle.
(La Computer, Dee. Bukan “le computer”. Tahu kenapa? Karena tidak seorangpun kecuali penciptanya mengerti logika berfikir/internal logic di dalamnya.)” Tidak menjawab pertanyaan Dee, Kuti malah memulai perdebatan.

Hey, hey … Pourquoi sommes-nous, les femmes l’appellent Le computer? C’est parce qu’ils ont beaucoup de données, mais toujours aussi penser par eux-mêmes!
(Hei,hei…kenapa kami para wanita menyebut itu le computer? Itu karena mereka memiliki banyak data, tapi masih juga berpikir untuk dirinya sendiri!)” bantah Dee.

Blah, blah … langue utilisée pour communiquer avec d’autres la computers ne peuvent pas être comprises par les personnes.
(bla,bla… bahasa ibu/native language yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer lain tidak dapat dimengerti oleh orang).” Kuti berargumentasi dengan menyebalkan.

Oh yeah?! C’est parce que dans le but de faire quelque chose avec eux, vous devez les activer!
(Oh ya?! Itu karena agar dapat meminta mereka melakukan sesuatu, maka mereka harus dinyalakan terlebih dahulu!)” balas Dee tidak mau kalah.

Voila! Même les plus petites erreurs sont stockées dans la mémoire à long terme, comme quelque chose qui mai besoin d’être évaluées à nouveau à l’avenir.
Lihatlah! Bahkan kesalahan yang paling kecil pun disimpan dalam memori untuk jangka panjang, sebagai bahan yang mungkin perlu dievaluasi kembali di kemudian hari.” keluh Kuti.

En fait, ils sont censés résoudre le problème, mais il arrive souvent, ils sont un problème.
(Sebetulnya, mereka diharapkan memecahkan masalah, tetapi sering terjadi, mereka yang menjadi masalah itu.)” Dee menghela napas.

Immédiatement après avoir fait un engagement de l’avoir, alors il passe la moitié de son salaire pour acheter ces accessoires pour la computer.
(Segera setelah membuat komitmen untuk memilikinya, maka lelaki tersebut akan menghabiskan separuh gajinya untuk membeli aksesoris untuk computer tersebut.)” kata Kuti dengan nada bicara pada dirinya sendiri.

“What?!” Dee kembali tersulut. Sesaat badai yang tampak akan reda, kembali menghebat. Dee kemudian berseru.”Peu de temps après que la femme a décidé de commettre l’un d’eux, juste réaliser que si un patient en attente d’un moment, puis il sera en mesure de trouver un nouveau modèle qui mieux!
(Segera sesudah perempuan memutuskan untuk berkomitmen pada salah satunya, baru disadari bahwa jika bersabar menanti sebentar lagi, maka dia akan dapat menemukan model baru yang lebih baik!)”

Setelah itu Dee dengan kesal keluar meninggalkan kursi dan bacaannya.

Kuti memutar bola matanya dan mengedikkan bahu. Gumamnya. “Autrement dit, la computer sont souvent bloquées, grincheux, au moment où ils sont nécessaires.
(Itulah, komputer sering ngadat, ngambek, justru pada saat mereka dibutuhkan.)”

—————————————————————————————————–

“Hayoo…lagi nulis apa, ya?!” tegur suara bariton di belakang.

Tukang Cerita menoleh. Dia melihat Kuti di belakangnya tersenyum.  Tukang Cerita menjawab. “Biasa…posting blog. Kan katanya ada lomba dari Rumah Kayu.”

“Hohoho…” Kuti tertawa sok tersipu tapi jumawa. Lanjutnya.”Nulis apaan sih? Jadi penasaran..”

“Eits..tunggu dulu!” Tukang Cerita cepat-cepat menekan tombol “Terbitkan”. Tukang Cerita berkata. “Kalau penasaran, silahkan baca aja di Detik Pradna aja.”

“Okelah kalau begitu.” Kuti mengangkat bahu. Kemudian Kuti berkata.”Makan dulu yuk! Dee dah nyiapin makan siang tuh.”

“Sip! Aku log-out dulu. Silahkan duluan aja.” kata Tukang Cerita. Dia memang paling lemah terhadap tawaran makan.

“Aku tunggu di ruang makan, ya!” Kuti meninggalkan Tukang Cerita, menuju ruang makan.

Tukang Cerita menatap punggung tegap tuan rumah kayu.

“Ck, memang tidak mungkin ya. Gara-gara persoalan sepele seperti di atas, penghuni Rumah Kayu ini sampai bertengkar hebat. Hanya bisa terjadi di awan cerita absurd Tukang Cerita.” gumam Tukang Cerita sambil meringis.

Pandangan Tukang Cerita beralih ke layar komputer didepannya.

Memang merepotkan jika seperti bahasa Perancis yang memberikan gender (feminim/maskulin) untuk setiap benda. Jadinya, mereka kebingungan menentukan gender untuk komputer.

Para lelaki memasukkan komputer ke gender feminim (la computer). Sedangkan wanitanya memasukkan komputer ke gender lawan jenis mereka (le computer).

Gender Feminim-Maskulin memang seolah seperti dua ras makhluk yang begitu berbeda. Tapi dari perbedaan itulah tampaknya cinta tumbuh dan berkembang. Seperti cinta yang selalu meliputi Rumah Kayu ini dan menjadikannya Senandung Cinta dari Rumah Kayu.

Seperti memiliki komputer. Seseorang cinta pada komputer bukan karena kecanggihan komputer (karena esok hari toh ada yang lebih canggih lagi), bukan pula karena kecocokan (toh kalau tiba-tiba komputer ngadat, jadi tidak cocok lagi).

Tapi karena sejatinya adalah karena saling memaafkan (komputer juga memaafkan penggunanya yang menyuntikkan program bajakan ke dalam tubuh mulusnya), dan senantiasa bersyukur (syukuurr…dah punya kompyuter meski Pentium I 150 Mhz).

“Hei, ayo makan dulu!” ajak Dee sambil melongookan kepalanya keluar dari ruang makan.

“Iya,ya…” kata Tukang Cerita bersemangat.

Daripada persolan cinta yang dirasa begitu rumit di otak Tukang Cerita. Persoalan diajak makan selalu lebih menyenangkan.

Pradna Blogdetik log-out
Google Translate Close

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Comments



44 Comments so far

  1.    Pradna on Januari 23, 2010 07:04

    Kepada Penguasa Rumah Kayu,
    maafkan jika Tukang Cerita sudah kurang ajar jadi tamu tak diundang dan memakai kompyuter Rumah Kayu buat posting lomba

    :mrgreen:

  2.    omagus on Januari 23, 2010 08:23

    mangkanya jangan pake bajakan.. :D

    iya, mari kita tinggalken bajakan :D

  3.    bintangtimur on Januari 23, 2010 09:01

    Wah, saya jadi inget kalo nganterin anak saya kursus di CCCF… :)
    Saya juga selalu kagum dengan orang yang bisa menguasai bahasa Perancis dengan baik seperti di posting ini, keren!
    Komputer feminin atau maskulin, rupanya tergantung siapa yang menggunakannya ya?
    Apalagi kalo dibahas dengan gaya unik begini, pasti Dee dan Kuti makin sering ngundang Pradna buat makan siang deh… :P

  4.    cici silent on Januari 23, 2010 09:13

    (lmao) *ehm, sblm komen ketawa dulu*
    :D *blm slesai nyengir*
    *ehm…okok serius* (muka_serius)

    Secara keseluruhan sih, seperti biasa.. khas Pradna ;)
    Tapi, postingan ini mmg sudah selayaknya menjadi salah satu karya yg diperhitungkan dlm Lomba ini. Hard work’s over, now it’s time to wait the nice result ;)

  5.    anny on Januari 23, 2010 09:18

    Whoaaaa ceritanya seruuuu !!!! :D

  6.    ciwir on Januari 23, 2010 11:07

    wah sangar tenan….. :D

    sangar …lha rumangsane iki cerito preman po, piye

  7.    melly on Januari 23, 2010 11:52

    ceritanya seru :)

    makasiih… *jd pikir ini masuknya “cerita eksyen”*

  8.    anis on Januari 23, 2010 15:08

    bagus mas, kpn2 diselingi bhas ibu. MBOK.

    kl pake bahasa ibu ada di Obrolan Sore, mas…monggo dipersani juga ;)

  9.    unnis on Januari 23, 2010 15:15

    suka deh. memang suatu pendapat itu kadang berbeda tergantung dari sudut pandang yang memberikannya.

  10.    Amri on Januari 23, 2010 18:00

    Melu kontes ya kang, sundul bae lah

    tengkyu bae, lah

  11.    saifuna on Januari 23, 2010 22:59

    wekekekek macane rada angel iki..ono bahasa planet…wekekeke… :D

    untungnya sudah langsung diberikan terjemahannya 8)

  12.    saif satunya on Januari 23, 2010 23:00

    mumpung lagi ditawarin makan..makan sakwarege… :D

  13.    cebong ipiet on Januari 23, 2010 23:43

    nyubih mau menyumbang komen… mm pake bahasa apa ya kakak xixixxi… paid to comment lho ya

    makasih Mastah, sudah berkenan turun ke blog pemula seperti ini.
    Lho emang di dunia amfibi bahasa ini ga di kenal? *heran*
    Peluang bisnis juga, ya Mastah…paid to comment.. *terinspirasi*

  14.    endar on Januari 23, 2010 23:56

    bahasa perancis? top banget deh..
    semoga sukses kontesnya

    amiin…
    matur nuwun, Kang

  15.    iLLa on Januari 24, 2010 01:09

    - Salut dengan sisipan bahasa Perancis di postingan ini, membuatnya tampak beda (biasanya orang2 lebih suka memakai bahasa Inggris kalau mau menyisipkan bahasa Asing)
    - Khas, karena tetap membahas komputer dan semacamnya (sesuai keahliannya si Tukang Cerita)
    - Bernilai, dengan menyisipkan “pesan” dengan memasukkan prinsip Syukur dan Memaafkan dalam ceritanya ini
    - Lucu, dengan tidak menafikan slogan si Tukang Cerita yg Lemah terhadap tawaran makan :D

    Overall, selamat berkontes. Ditunggu kabar gembiranya ;)

    wah,wah..komentar berupa ulasan yang lengkap (dan menyenangkan, tentunya)

    (worship) dah!

  16.    didtav on Januari 24, 2010 09:32

    mampir nih, salam kenal (_ _)

  17.    Estiko on Januari 24, 2010 10:15

    Stor muka dan stor komen dulu. (lmao)

    Penyampaian cerita yang cukup menarik dari tukang cerita ini membuat para pembaca cukup betah dan terkadang tersenyum saat membaca cerita tersebut. Semoga saja artikel ini bisa terpilih. (27 menanti jika menang…..)

  18.    Rie on Januari 24, 2010 10:19

    Oalaaah… en francais…

  19.    Next Jimbun Punya on Januari 24, 2010 10:19

    Sundul gan. Moga berhasil….

  20.    iiN on Januari 24, 2010 10:19

    rumah kayu… xixiiiiiiii… adem bener tuh.. :)

  21.    rio2000 on Januari 24, 2010 10:49

    @ cebong :
    bahasa perancis mbak…. paid to comment? ckckckc naluri bisnisnya :thumb up

  22.    ofaragilboy on Januari 24, 2010 15:11

    rumah kayuuuuu…. i miss u

    lam kenal ja
    kunjungan pertamax so baru ngeblox

  23.    rumahkayu on Januari 24, 2010 16:54

    wow…. sangat kreatif… mas pradna satu-satunya peserta yang ‘berani’ memasukkan karakter rumahkayu dalam posting, dengan nuansa yang sama sekali berbeda… hehehe ;)

    terimakasih partisipasinya… dan kalau sempat nambah lagi ya? periode kontes masih seminggu lagi… ;)

    salam, ~k

  24.    vany on Januari 24, 2010 19:21

    bonne nuit, monsieur pradna….
    j’aime visiter la blog….
    (eh, blog itu feminin atau maskulin siyh? hihihi)

  25.    'dee on Januari 24, 2010 23:34

    he he he… khasss pradna… kreatif banget. ayo, pake lagi deh komputer di rumah kayu untuk bikin beberapa posting lagi… boleh koq… masih sempat kan, masih ada seminggu waktunya — ntar ditawari makan lagi deh, beneran! ;-) :P d.~

  26.    quinie on Januari 25, 2010 01:17

    huahahaha… pradna, sang tutor linux akhirnya mengawinkan antara komputer & resensinya. Good angle, right?!

    dooohh.. buku rumah kayu dakuh masih ama dodi.. blom dibalikkiiiinnn…. hiks hiks..

  27.    quinie on Januari 25, 2010 01:22

    sayah jadi inget, milady itu bahasa prancis ya prad? iyaaa.. milady yang ituuuuuuu bukan milant* obat sakit maag :D

  28.    dameydra on Januari 25, 2010 08:49

    hehehe,….. semangat…

  29.    xiaoling on Januari 25, 2010 09:24

    huff.. dah lama ga membaca lagiiii… looking good as always ya prad! malah udah nemuin sela yang pas untuk dimasuki hehehhehe… bagussss!!! i like the new view prad… lebih unik (in my humble opinion ^____^)

    @quinie… milady itu bhs Inggris kuno yg dipake di jaman kerajaan hehehhe biasanya dipake sebagai sapaan untuk ratu2, putri2 ato istri2 para “count” or… intinya digunakan pada saat menyapa wanita yg memiliki kedudukan, sangat dihormati dan umumnya berdarah biru.

  30.    gajah_pesing on Januari 25, 2010 09:44

    La Dhalah komputer!
    *semoga menang bro*

  31.    ulin on Januari 25, 2010 12:49

    plok..plok..plok… bagus om Na !
    ceritanya menarik, unik… !
    jd inget sesuatu,dulu waktu kita kecil aku tau beberapa kosakata bahasa perancis ya dari dirimu. hehehe… moga menang yaa…!!

  32.    suryaden on Januari 25, 2010 16:10

    saya terharu…

  33.    cahgembagus://andy.web.id on Januari 25, 2010 17:47

    endingnya menyenangkan…
    ~saya juga seorang lelaki yang sulit untuk menolak tawaran makan~

  34.    arihevea on Januari 25, 2010 19:10

    Saya jadi lapeerr… *siul-siul.. nunggu diajak makan ma empunya blog..

  35.    Kau Hitung Pori-pori Ku? : Detik Pradna on Januari 26, 2010 00:06

    [...] terkesan “adem”, ada 2 judul yang saya pikir cukup “jahil”. Yaitu “Komputer : Feminim atau Maskulin?” dan “Bolehkah Aku Menghitung [...]

  36.    itempoeti on Januari 26, 2010 00:08

    mugo2 menang…

  37.    dhodie on Januari 26, 2010 08:22

    Karena si pencerita paling lemah untuk urusan makan (lmao)

    Gw udah baca postingan tentang ini di bukunya. Itulah khasnya Bahasa Perancis yak, pake gender.. Beruntunglah gw jadi orang Indonesia, gak ribet :-P

  38.    sawali tuhusetya on Januari 26, 2010 13:35

    komenku kok ilang, mas? kenapa?

    aduuh…maaf Pak Guru, saya sendiri tidak begitu mengerti cara kerja plugin Spam Karma yang ada di sini. Entah kenapa komen Pak Guru dianggap spam dan hilang begitu saja *menjura*

  39.    Yunus Chalim on Januari 26, 2010 14:03

    salam kenal dari antum..

  40.    p.s. i love you » Blog Archive » And the winner is….. on Februari 1, 2010 00:04

    [...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]

  41.    Blog Detik » Blog Archive » Pemenang Rumah Kayu Writing Contest on Februari 1, 2010 10:37

    [...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]

  42.    Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com on Februari 2, 2010 07:05

    [...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]

  43.    sewa mobil on Februari 6, 2010 13:51

    judulnya menarik
    semoga menang kontes

  44.    Astaga.com lifestyle on the net on Februari 7, 2010 02:18

    Selamat-selamat.
    Memang layak jadi pemenang.

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda