Jan
23
Komputer di Rumah Kayu
Januari 23, 2010 | Tagged Senandung Cinta dari Rumah Kayu |
Siang tenang di Rumah Kayu.
Angin berhembus sejuk memasuki ruang-ruang di Rumah Kayu yang memang terbuka lebar bagi angin sejuk yang senang bertandang ke dalam rumah damai ini. Bunga-bunga di halaman mekar terkantuk-kantuk dibelai angin lembut ini.
Suasana yang damai di Rumah Kayu. Seperti biasa.
Tidak menunjukkan tanda-tanda bakal ada badai yang sebentar lagi melanda Rumah Kayu.
Siang ini suami Rumah Kayu duduk di depan komputer. Tampaknya terjadi sesuatu pada komputernya, sehingga membuat ekspresi wajahnya terlihat kesal.
“la computer! (dasar komputer!) ” seru Kuti kesal. Tangannya melambai putus asa… Mungkin biar terlihat seperti orang Perancis betulan.
Istri Rumah Kayu menatap heran suaminya. Tak biasanya Kuti sampai berseru kesal seperti ini. Buku yang sedang dibacanya diletakkan di pangkuan. Kemudian Dee bertanya “Pourquoi avec le computer? (kenapa komputernya?)”
“La computer, Dee. Le pas “le computer”.Vous savez pourquoi? Parce que nul autre que le créateur comprendre la logique interne en elle.
(La Computer, Dee. Bukan “le computer”. Tahu kenapa? Karena tidak seorangpun kecuali penciptanya mengerti logika berfikir/internal logic di dalamnya.)” Tidak menjawab pertanyaan Dee, Kuti malah memulai perdebatan.
“Hey, hey … Pourquoi sommes-nous, les femmes l’appellent Le computer? C’est parce qu’ils ont beaucoup de données, mais toujours aussi penser par eux-mêmes!
(Hei,hei…kenapa kami para wanita menyebut itu le computer? Itu karena mereka memiliki banyak data, tapi masih juga berpikir untuk dirinya sendiri!)” bantah Dee.
“Blah, blah … langue utilisée pour communiquer avec d’autres la computers ne peuvent pas être comprises par les personnes.
(bla,bla… bahasa ibu/native language yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer lain tidak dapat dimengerti oleh orang).” Kuti berargumentasi dengan menyebalkan.
“Oh yeah?! C’est parce que dans le but de faire quelque chose avec eux, vous devez les activer!
(Oh ya?! Itu karena agar dapat meminta mereka melakukan sesuatu, maka mereka harus dinyalakan terlebih dahulu!)” balas Dee tidak mau kalah.
“Voila! Même les plus petites erreurs sont stockées dans la mémoire à long terme, comme quelque chose qui mai besoin d’être évaluées à nouveau à l’avenir.
Lihatlah! Bahkan kesalahan yang paling kecil pun disimpan dalam memori untuk jangka panjang, sebagai bahan yang mungkin perlu dievaluasi kembali di kemudian hari.” keluh Kuti.
“En fait, ils sont censés résoudre le problème, mais il arrive souvent, ils sont un problème.
(Sebetulnya, mereka diharapkan memecahkan masalah, tetapi sering terjadi, mereka yang menjadi masalah itu.)” Dee menghela napas.
“Immédiatement après avoir fait un engagement de l’avoir, alors il passe la moitié de son salaire pour acheter ces accessoires pour la computer.
(Segera setelah membuat komitmen untuk memilikinya, maka lelaki tersebut akan menghabiskan separuh gajinya untuk membeli aksesoris untuk computer tersebut.)” kata Kuti dengan nada bicara pada dirinya sendiri.
“What?!” Dee kembali tersulut. Sesaat badai yang tampak akan reda, kembali menghebat. Dee kemudian berseru.”Peu de temps après que la femme a décidé de commettre l’un d’eux, juste réaliser que si un patient en attente d’un moment, puis il sera en mesure de trouver un nouveau modèle qui mieux!
(Segera sesudah perempuan memutuskan untuk berkomitmen pada salah satunya, baru disadari bahwa jika bersabar menanti sebentar lagi, maka dia akan dapat menemukan model baru yang lebih baik!)”
Setelah itu Dee dengan kesal keluar meninggalkan kursi dan bacaannya.
Kuti memutar bola matanya dan mengedikkan bahu. Gumamnya. “Autrement dit, la computer sont souvent bloquées, grincheux, au moment où ils sont nécessaires.
(Itulah, komputer sering ngadat, ngambek, justru pada saat mereka dibutuhkan.)”
—————————————————————————————————–
“Hayoo…lagi nulis apa, ya?!” tegur suara bariton di belakang.
Tukang Cerita menoleh. Dia melihat Kuti di belakangnya tersenyum. Tukang Cerita menjawab. “Biasa…posting blog. Kan katanya ada lomba dari Rumah Kayu.”
“Hohoho…” Kuti tertawa sok tersipu tapi jumawa. Lanjutnya.”Nulis apaan sih? Jadi penasaran..”
“Eits..tunggu dulu!” Tukang Cerita cepat-cepat menekan tombol “Terbitkan”. Tukang Cerita berkata. “Kalau penasaran, silahkan baca aja di Detik Pradna aja.”
“Okelah kalau begitu.” Kuti mengangkat bahu. Kemudian Kuti berkata.”Makan dulu yuk! Dee dah nyiapin makan siang tuh.”
“Sip! Aku log-out dulu. Silahkan duluan aja.” kata Tukang Cerita. Dia memang paling lemah terhadap tawaran makan.
“Aku tunggu di ruang makan, ya!” Kuti meninggalkan Tukang Cerita, menuju ruang makan.
Tukang Cerita menatap punggung tegap tuan rumah kayu.
“Ck, memang tidak mungkin ya. Gara-gara persoalan sepele seperti di atas, penghuni Rumah Kayu ini sampai bertengkar hebat. Hanya bisa terjadi di awan cerita absurd Tukang Cerita.” gumam Tukang Cerita sambil meringis.
Pandangan Tukang Cerita beralih ke layar komputer didepannya.
Memang merepotkan jika seperti bahasa Perancis yang memberikan gender (feminim/maskulin) untuk setiap benda. Jadinya, mereka kebingungan menentukan gender untuk komputer.
Para lelaki memasukkan komputer ke gender feminim (la computer). Sedangkan wanitanya memasukkan komputer ke gender lawan jenis mereka (le computer).
Gender Feminim-Maskulin memang seolah seperti dua ras makhluk yang begitu berbeda. Tapi dari perbedaan itulah tampaknya cinta tumbuh dan berkembang. Seperti cinta yang selalu meliputi Rumah Kayu ini dan menjadikannya Senandung Cinta dari Rumah Kayu.
Seperti memiliki komputer. Seseorang cinta pada komputer bukan karena kecanggihan komputer (karena esok hari toh ada yang lebih canggih lagi), bukan pula karena kecocokan (toh kalau tiba-tiba komputer ngadat, jadi tidak cocok lagi).
Tapi karena sejatinya adalah karena saling memaafkan (komputer juga memaafkan penggunanya yang menyuntikkan program bajakan ke dalam tubuh mulusnya), dan senantiasa bersyukur (syukuurr…dah punya kompyuter meski Pentium I 150 Mhz).
“Hei, ayo makan dulu!” ajak Dee sambil melongookan kepalanya keluar dari ruang makan.
“Iya,ya…” kata Tukang Cerita bersemangat.
Daripada persolan cinta yang dirasa begitu rumit di otak Tukang Cerita. Persoalan diajak makan selalu lebih menyenangkan.
Pradna Blogdetik log-out
Google Translate Close
Comments
44 Comments so far






Kepada Penguasa Rumah Kayu,
maafkan jika Tukang Cerita sudah kurang ajar jadi tamu tak diundang dan memakai kompyuter Rumah Kayu buat posting lomba
mangkanya jangan pake bajakan..
Wah, saya jadi inget kalo nganterin anak saya kursus di CCCF…
Saya juga selalu kagum dengan orang yang bisa menguasai bahasa Perancis dengan baik seperti di posting ini, keren!
Komputer feminin atau maskulin, rupanya tergantung siapa yang menggunakannya ya?
Apalagi kalo dibahas dengan gaya unik begini, pasti Dee dan Kuti makin sering ngundang Pradna buat makan siang deh…
(lmao) *ehm, sblm komen ketawa dulu*
*blm slesai nyengir*
*ehm…okok serius* (muka_serius)
Secara keseluruhan sih, seperti biasa.. khas Pradna
Tapi, postingan ini mmg sudah selayaknya menjadi salah satu karya yg diperhitungkan dlm Lomba ini. Hard work’s over, now it’s time to wait the nice result
Whoaaaa ceritanya seruuuu !!!!
wah sangar tenan…..
ceritanya seru
bagus mas, kpn2 diselingi bhas ibu. MBOK.
suka deh. memang suatu pendapat itu kadang berbeda tergantung dari sudut pandang yang memberikannya.
Melu kontes ya kang, sundul bae lah
wekekekek macane rada angel iki..ono bahasa planet…wekekeke…
mumpung lagi ditawarin makan..makan sakwarege…
nyubih mau menyumbang komen… mm pake bahasa apa ya kakak xixixxi… paid to comment lho ya
bahasa perancis? top banget deh..
semoga sukses kontesnya
- Salut dengan sisipan bahasa Perancis di postingan ini, membuatnya tampak beda (biasanya orang2 lebih suka memakai bahasa Inggris kalau mau menyisipkan bahasa Asing)
- Khas, karena tetap membahas komputer dan semacamnya (sesuai keahliannya si Tukang Cerita)
- Bernilai, dengan menyisipkan “pesan” dengan memasukkan prinsip Syukur dan Memaafkan dalam ceritanya ini
- Lucu, dengan tidak menafikan slogan si Tukang Cerita yg Lemah terhadap tawaran makan
Overall, selamat berkontes. Ditunggu kabar gembiranya
mampir nih, salam kenal (_ _)
Stor muka dan stor komen dulu. (lmao)
Penyampaian cerita yang cukup menarik dari tukang cerita ini membuat para pembaca cukup betah dan terkadang tersenyum saat membaca cerita tersebut. Semoga saja artikel ini bisa terpilih. (27 menanti jika menang…..)
Oalaaah… en francais…
Sundul gan. Moga berhasil….
rumah kayu… xixiiiiiiii… adem bener tuh..
@ cebong :
bahasa perancis mbak…. paid to comment? ckckckc naluri bisnisnya :thumb up
rumah kayuuuuu…. i miss u
lam kenal ja
kunjungan pertamax so baru ngeblox
wow…. sangat kreatif… mas pradna satu-satunya peserta yang ‘berani’ memasukkan karakter rumahkayu dalam posting, dengan nuansa yang sama sekali berbeda… hehehe
terimakasih partisipasinya… dan kalau sempat nambah lagi ya? periode kontes masih seminggu lagi…
salam, ~k
bonne nuit, monsieur pradna….
j’aime visiter la blog….
(eh, blog itu feminin atau maskulin siyh? hihihi)
he he he… khasss pradna… kreatif banget. ayo, pake lagi deh komputer di rumah kayu untuk bikin beberapa posting lagi… boleh koq… masih sempat kan, masih ada seminggu waktunya — ntar ditawari makan lagi deh, beneran!
d.~
huahahaha… pradna, sang tutor linux akhirnya mengawinkan antara komputer & resensinya. Good angle, right?!
dooohh.. buku rumah kayu dakuh masih ama dodi.. blom dibalikkiiiinnn…. hiks hiks..
sayah jadi inget, milady itu bahasa prancis ya prad? iyaaa.. milady yang ituuuuuuu bukan milant* obat sakit maag
hehehe,….. semangat…
huff.. dah lama ga membaca lagiiii… looking good as always ya prad! malah udah nemuin sela yang pas untuk dimasuki hehehhehe… bagussss!!! i like the new view prad… lebih unik (in my humble opinion ^____^)
@quinie… milady itu bhs Inggris kuno yg dipake di jaman kerajaan hehehhe biasanya dipake sebagai sapaan untuk ratu2, putri2 ato istri2 para “count” or… intinya digunakan pada saat menyapa wanita yg memiliki kedudukan, sangat dihormati dan umumnya berdarah biru.
La Dhalah komputer!
*semoga menang bro*
plok..plok..plok… bagus om Na !
ceritanya menarik, unik… !
jd inget sesuatu,dulu waktu kita kecil aku tau beberapa kosakata bahasa perancis ya dari dirimu. hehehe… moga menang yaa…!!
saya terharu…
endingnya menyenangkan…
~saya juga seorang lelaki yang sulit untuk menolak tawaran makan~
Saya jadi lapeerr… *siul-siul.. nunggu diajak makan ma empunya blog..
[...] terkesan “adem”, ada 2 judul yang saya pikir cukup “jahil”. Yaitu “Komputer : Feminim atau Maskulin?” dan “Bolehkah Aku Menghitung [...]
mugo2 menang…
Karena si pencerita paling lemah untuk urusan makan (lmao)
Gw udah baca postingan tentang ini di bukunya. Itulah khasnya Bahasa Perancis yak, pake gender.. Beruntunglah gw jadi orang Indonesia, gak ribet
komenku kok ilang, mas? kenapa?
salam kenal dari antum..
[...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]
[...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]
[...] Komputer di Rumah Kayu, dimuat di [...]
judulnya menarik
semoga menang kontes
Selamat-selamat.
Memang layak jadi pemenang.